Penaklukan Spanyol oleh Thariq bin Ziyad
Pada tahun 711 M, panglima Thariq bin Ziyad menyeberangi selat yang kini menyandang namanya (Gibraltar, dari Jabal Thariq) bersama 7.000 pasukan Muslim. Mereka mengalahkan Raja Roderick dari Visigoth dalam Pertempuran Guadalete yang menentukan. Dalam waktu singkat, hampir seluruh Semenanjung Iberia jatuh ke tangan Muslim dan mulailah era gemilang Al-Andalus.
Peradaban Terdepan di Eropa
Selama berabad-abad, kota-kota Andalusia seperti Kordoba, Sevilla, Granada, dan Toledo menjadi pusat peradaban paling maju di Eropa. Ketika Eropa barat berada dalam Abad Kegelapan, Kordoba adalah kota dengan jutaan penduduk, jalan-jalan beraspal, lampu jalan, perpustakaan dengan ratusan ribu buku, sekolah-sekolah, dan rumah sakit modern. Kordoba menjadi magnet bagi para pelajar dari seluruh Eropa.
Pusat Ilmu Pengetahuan
Andalusia menjadi jembatan transmisi ilmu pengetahuan dari dunia Islam ke Eropa. Karya-karya Ibnu Rushd (Averroes) dalam filsafat, Al-Zahrawi dalam ilmu bedah, Ibnu Tufayl dalam novel filsafat, dan Ibnu Hazm dalam teologi dan sastra — semuanya lahir atau berkembang di Andalusia. Sekolah penerjemahan di Toledo menerjemahkan ratusan karya Arab ke bahasa Latin, memulai Renaisans Eropa.
Reconquista dan Akhir Al-Andalus
Selama berabad-abad, kerajaan-kerajaan Kristen di utara Spanyol perlahan merebut kembali wilayah yang telah Islamkan. Proses ini disebut Reconquista. Pada 2 Januari 1492, Sultan Muhammad XII (Boabdil) menyerahkan Granada — benteng terakhir Muslim di Spanyol — kepada Ferdinand dan Isabella dari Castile. Berakhirlah hampir 800 tahun kehadiran Islam di Eropa Barat.