Bapak Kedokteran Modern
Abu Ali al-Husain ibn Abdullah ibn Sina, dikenal di Barat sebagai Avicenna, lahir di Afshana dekat Bukhara (Uzbekistan modern) pada 980 M. Anak prodigi yang telah menghafal Al-Quran dan menguasai berbagai ilmu pada usia 10 tahun. Pada usia 18 tahun, ia sudah menjadi dokter yang diakui dan berhasil menyembuhkan penyakit yang gagal ditangani dokter-dokter senior.
Al-Qanun fi al-Tibb
Karya agung Ibnu Sina, Al-Qanun fi al-Tibb (Canon of Medicine), adalah ensiklopedia medis yang merangkum seluruh pengetahuan kedokteran Yunani, Arab, dan pengalamannya sendiri. Buku setebal lebih dari sejuta kata ini menjadi buku teks utama di universitas-universitas Eropa selama hampir 600 tahun — dari abad ke-12 hingga ke-17. Di dalamnya ia menjelaskan sistem peredaran darah, penyakit menular, dan anatomi tubuh.
Kontribusi di Bidang Lain
Selain kedokteran, Ibnu Sina adalah ensiklopedis sejati. Ia menulis lebih dari 450 karya di bidang filsafat, logika, psikologi, astronomi, matematika, musik, dan geologi. Kitab al-Shifa (Book of Healing) adalah ensiklopedia filsafat dan sains terbesar yang pernah ditulis oleh seorang ilmuwan. Ia bahkan mengembangkan teori tentang mekanisme penglihatan dan proses belajar.
Kehidupan yang Produktif
Meski hidupnya dipenuhi pergolakan politik dan harus berpindah dari satu istana ke istana lain, Ibnu Sina tetap produktif menulis. Dikisahkan ia sering mendiktekan karya-karyanya dari atas punggung kuda dalam perjalanan. Ia wafat di Hamadan, Iran, pada usia 57 tahun. Makamnya masih dikunjungi hingga kini sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.