Revolusi Abbasiyah
Dinasti Abbasiyah berdiri setelah revolusi berdarah menggulingkan Bani Umayyah pada tahun 750 M. Kekhalifahan baru ini dinisbatkan kepada Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Ibu kota kemudian dipindahkan ke Baghdad yang baru dibangun di tepi Sungai Tigris — sebuah kota bundar yang dirancang sebagai pusat dunia.
Zaman Keemasan Islam
Era Abbasiyah, terutama abad ke-8 hingga ke-10, dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam (The Golden Age of Islam). Di bawah khalifah seperti Harun al-Rasyid dan Al-Ma'mun, Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan, filsafat, matematika, astronomi, dan kedokteran dunia. Bayt al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) didirikan untuk menerjemahkan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab.
Kontribusi Ilmu Pengetahuan
Para ilmuwan Muslim di era Abbasiyah memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi peradaban manusia. Al-Khawarizmi meletakkan dasar aljabar, Ibnu Sina menulis ensiklopedia kedokteran, Al-Biruni mempelajari geografi dan sejarah, sementara Al-Razi memajukan ilmu kimia dan kedokteran klinis. Banyak kata dalam bahasa Eropa modern yang berasal dari bahasa Arab era ini.
Kehancuran Baghdad
Pada tahun 1258 M, tentara Mongol di bawah Hulagu Khan menyerbu dan menghancurkan Baghdad. Khalifah terakhir Abbasiyah, Al-Musta'sim, dibunuh bersama ratusan ribu penduduk kota. Perpustakaan-perpustakaan yang menyimpan warisan intelektual berabad-abad dibakar. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah peradaban Islam.