Kelahiran dan Masa Muda
Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada tahun 571 M (Tahun Gajah) dari pasangan Abdullah dan Aminah. Ayahnya wafat sebelum kelahirannya, dan ibunya meninggal saat beliau berusia 6 tahun. Beliau kemudian diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib, lalu oleh pamannya Abu Thalib. Sejak muda, beliau dikenal dengan julukan Al-Amin (yang dapat dipercaya).
Wahyu Pertama
Pada usia 40 tahun, Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira. Malaikat Jibril datang dan merangkulnya sambil berkata 'Iqra!' (Bacalah!). Turunlah ayat pertama: 'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan...' (QS. Al-Alaq: 1-5). Ini menandai awal dari kenabian beliau.
Dakwah di Makkah
Selama 13 tahun berdakwah di Makkah, Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai rintangan dan penindasan dari kaum Quraisy. Namun beliau tetap sabar dan terus menyebarkan ajaran Islam. Para sahabat yang beriman pun mengalami berbagai penyiksaan karena keimanan mereka.
Hijrah dan Pembangunan Peradaban Islam
Pada tahun 622 M, Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat hijrah ke Madinah. Di sana beliau membangun masjid pertama, menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, membuat Piagam Madinah, dan membangun masyarakat Islam yang adil. Puncaknya, pada tahun 630 M terjadi Fathul Makkah — pembebasan Kota Makkah tanpa pertumpahan darah yang berarti.
Warisan Agung
Nabi Muhammad SAW wafat pada usia 63 tahun, setelah menunaikan Haji Wada (Haji Perpisahan) dan menyampaikan khutbah terakhirnya. Beliau meninggalkan dua warisan agung: Al-Quran sebagai firman Allah, dan hadits (sunnah) sebagai pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman.
Allah SWT berfirman: "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: 107)