Kelahiran yang Dijanjikan
Nabi Ishaq AS lahir dari Nabi Ibrahim AS dan istrinya Siti Sarah ketika keduanya sudah sangat tua — Ibrahim berusia sekitar 100 tahun dan Sarah berusia 90 tahun. Para malaikat menyampaikan kabar gembira ini kepada Ibrahim, dan Sarah yang mendengarnya tertawa keheranan karena menganggap hal itu mustahil. Namun Allah Maha Kuasa atas segalanya.
Kelanjutan Risalah Ibrahim
Nabi Ishaq AS melanjutkan risalah ayahnya Nabi Ibrahim dalam menegakkan tauhid. Beliau diutus kepada Bani Kanaan dan wilayah sekitar Palestina. Dari keturunan Ishaq lahirlah banyak nabi dan rasul yang kemudian diutus kepada Bani Israil, menjadikan garis keturunannya sebagai garis kenabian yang panjang.
Ayah Nabi Yaqub
Nabi Ishaq menikah dengan Rifqah dan dari pernikahan mereka lahir Yaqub dan Ishu. Yaqub kemudian meneruskan risalah kenabian dan mendapat gelar Israil, yang menjadi nama bagi keturunannya (Bani Israil). Dengan demikian, Ishaq menjadi mata rantai penting dalam silsilah para nabi yang diutus kepada Bani Israil.
Allah SWT berfirman: "Dan Kami berikan kepada Ibrahim, Ishaq dan Yaqub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat adalah termasuk orang-orang saleh." (QS. Al-Ankabut: 27)