Penentang Penyembahan Baal
Nabi Ilyas AS diutus kepada Bani Israil yang telah menyimpang jauh dari ajaran tauhid dan mengganti penyembahan kepada Allah dengan penyembahan berhala Baal. Baal adalah berhala yang sangat diagungkan oleh bangsa Fenisia dan telah meresap ke dalam kehidupan Bani Israil terutama setelah pernikahan Raja Ahab dengan Izebel dari Sidon.
Perjuangan Sendirian
Nabi Ilyas berdakwah sendirian menghadapi raja, rakyat, dan para pendeta Baal yang berjumlah ratusan. Beliau menantang para pendeta Baal untuk membuktikan siapa tuhan yang benar dalam sebuah ujian terbuka. Tuhan yang mana yang sanggup membakar sesembelihan tanpa api, dialah yang benar. Doa Ilyas dikabulkan Allah dan api langit membakar persembahannya.
Diangkat oleh Allah
Karena ancaman Izebel yang hendak membunuhnya, Ilyas melarikan diri ke padang pasir. Allah memberinya kekuatan dan perbekalan yang cukup untuk perjalanan jauh. Pada akhirnya Allah mengangkat Ilyas ke langit dan mengabadikan namanya dengan penghormatan di antara manusia. Namanya disebutkan dua kali dalam Al-Quran sebagai tanda kemuliaan.
Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Baal dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta?'" (QS. Ash-Shaffat: 123-125)